Jawaban TIK Hal 139 Uji Pemahaman No 1 - 10

 Soal

1. Jelaskan alasan program perlu dipecah menjadi beberapa bagian.

2. Jelaskan yang dimaksud dengan subprogram.

3. Jelaskan perbedaan antara fungsi dan prosedur.

4. Jelaskan bagian utama program dan subprogram "berkomunikasi"di Scratch. 

5. Jelaskan karakteristik dari suatu subprogram yang baik.

6. Mengapa suatu subprogram sebaiknya dibuat hanya untuk satu tujuan spesifik? Jelaskan.

7. Jelaskan hal-hal yang perlu dipahami agar dapat memecah program menjadi subprogram dengan benar.

8. Tuliskan langkah-langkah untuk menambahkan blok perintah yang didefinisikan sendiri.

9. Jelaskan perbedaan antara memecah program dengan mengirimkan pesan dan dengan membuat blok perintah sendiri.

 10. Berdasarkan kekurangan dan kelebihan dari memecah program dengan mengirimkan pesan dan dengan membuat blok perintah sendiri, pada kondisi apa kita harus memilih masing-masing mekanisme tersebut? Jelaskan.


Jawaban


1. Program perlu dipecah menjadi beberapa bagian untuk memudahkan pengembangan dan pemeliharaan program. Dalam pengembangan program, memecah program menjadi beberapa bagian dapat memudahkan programmer dalam mengembangkan program yang kompleks. Program yang besar dan rumit dapat dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga menjadi lebih sederhana, dapat dikerjakan lebih dari satu orang dengan koordinasi yang lebih mudah, lebih mudah mencari kesalahan, dan dapat dimodifikasi tanpa mengganggu program secara keseluruhan. Selain itu, memecah program menjadi beberapa bagian juga dapat memudahkan dokumentasi program.

2. Subprogram adalah sebuah unit program atau modul yang melakukan tugas tertentu. Subprogram ini digabungkan untuk membentuk program yang lebih besar. Hal ini pada dasarnya disebut dengan Desain Modular. Sebuah subprogram dapat dipanggil oleh program, yang disebut program pemanggil.

3. Perbedaan antara fungsi dan prosedur adalah sebagai berikut :


1. Deklarasi: Prosedur dideklarasikan menggunakan sintaks procedure, sedangkan fungsi dideklarasikan menggunakan sintaks function.


2. Parameter: Prosedur bisa dibentuk dengan parameter maupun tanpa parameter, sedangkan fungsi harus dibentuk menggunakan parameter.


3. Nilai kembalian: Nilai yang dihasilkan fungsi akan disimpan pada nama fungsi itu sendiri dan dapat dipindah alihkan kedalam variabel, sedangkan prosedur tidak bisa.


4. Subprogram pada Scratch dapat dipanggil oleh program utama atau subprogram lainnya. Dalam pemrograman modular, program dibagi menjadi modul-modul. Modul dalam bahasa Scratch diimplementasikan dengan blok kode. Blok kode dibentuk dengan mengelompokkan sejumlah perintah untuk menyelesaikan tugas tertentu. Subprogram dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan sering disebut juga dengan Program Modular. Keuntungan penggunaan subprogram adalah program yang besar dan rumit dapat dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga menjadi lebih sederhana, dapat dikerjakan lebih dari satu orang dengan koordinasi yang lebih mudah, lebih mudah mencari kesalahan, dan dapat dimodifikasi tanpa mengganggu program secara keseluruhan.

5. Subprogram yang baik memiliki 4 karakteristik sebagai berikut :

1. Memiliki logika perhitungan/metode yang tepat dalam memecahkan masalah.

2. Menghasilkan output yang tepat dan benar dalam waktu yang singkat.

3. Ditulis dengan bahasa yang standar secara sistematis dan rapi sehingga tidak menimbulkan arti ganda.

4. Dituliskan dengan format yang mudah diimplementasikan ke dalam bahasa pemograman.

6. Karena apabila subprogram dibuat jelas dan spesifik maka tidak akan menimbulkan ambigu ketika subprogram berupa prosedur atau fungsi tersebut digunakan/dipanggil ke program utama.

7. Untuk memecah program menjadi subprogram dengan benar, ada beberapa hal yang perlu dipahami, antara lain :


1. Kohesi : Subprogram harus memiliki satu tujuan yang jelas dan spesifik.

2. Coupling : Subprogram harus memiliki ketergantungan yang rendah terhadap subprogram lainnya.

3. Fan-in : Semakin sering subprogram digunakan, semakin tinggi nilai fan-in.

4. Fan-out: Semakin sedikit tugas yang dilakukan, semakin rendah nilai fan-out.

5. Self-contained: Subprogram dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

8. Untuk menambahkan blok perintah yang didefinisikan sendiri, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut :


1. Buka Scratch Editor.

2. Klik pada kategori “More Blocks” di bagian bawah kiri layar.

3. Klik pada tombol “Make a Block”.

4. Beri nama blok perintah yang Anda inginkan pada kotak “Block Name”.

5. Tambahkan parameter pada blok perintah Anda dengan mengklik tombol “Add an Input”.

6. Atur tipe data dan nama parameter sesuai kebutuhan.

7. Tambahkan perintah yang ingin Anda buat pada blok perintah Anda dengan menarik blok perintah dari kategori “Motion”, “Looks”, “Sound”, atau kategori lainnya.

8. Klik pada tombol “OK” untuk menyimpan blok perintah yang telah anda buat.

9. Mengirimkan pesan adalah cara memecah program dengan memisahkan fungsi-fungsi tertentu ke dalam program terpisah yang dapat berkomunikasi dengan program utama melalui pesan. Pesan ini berisi instruksi yang diteruskan ke program terpisah untuk menjalankan fungsi tertentu. Keuntungan dari metode ini adalah memungkinkan pengembangan program secara modular dan memudahkan pemeliharaan program.

Sementara itu, membuat blok perintah sendiri adalah cara memecah program dengan memisahkan fungsi-fungsi tertentu ke dalam blok perintah yang dapat dipanggil oleh program utama. Blok perintah ini berisi instruksi yang dapat dijalankan oleh program utama untuk menjalankan fungsi tertentu. Keuntungan dari metode ini adalah memungkinkan pengembangan program secara modular dan memudahkan pemeliharaan program.

10. Kedua metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mengirimkan pesan memungkinkan pengembangan program secara modular dan memudahkan pemeliharaan program. Namun, metode ini memerlukan waktu eksekusi yang lebih lama karena pesan harus dikirim dan diterima oleh program terpisah. Selain itu, metode ini juga memerlukan pengelolaan memori yang lebih kompleks.

Sementara itu, membuat blok perintah sendiri memungkinkan pengembangan program secara modular dan memudahkan pemeliharaan program. Metode ini lebih cepat dalam eksekusi karena tidak memerlukan pengiriman pesan dan pengelolaan memori yang kompleks. Namun, metode ini memerlukan penanganan yang lebih hati-hati karena blok perintah dapat mempengaruhi program utama secara langsung.

Pada umumnya, penggunaan metode yang tepat tergantung pada kebutuhan program dan preferensi pengembang. Jika program memerlukan komunikasi antara program terpisah, maka metode mengirimkan pesan mungkin lebih cocok. Namun, jika program memerlukan eksekusi yang lebih cepat, maka metode membuat blok perintah sendiri mungkin lebih cocok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengamatan Objek Menggunakan Mikroskop. 9A-01-Edward